Lensantbnes.com, Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kembali memfokuskan perhatian pada peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui program KSB Maju Perumahan. Tahun 2025, program ini secara khusus memprioritaskan rumah-rumah yang masuk kategori rusak berat. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah menemukan masih banyak warga yang tinggal di rumah dengan kondisi sangat mengkhawatirkan dan membahayakan keselamatan mereka.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) KSB, Novrizal Zain Syah, mengatakan bahwa intervensi perbaikan rumah darurat menjadi kebutuhan mendesak. Menurutnya, banyak bangunan yang mengalami kerusakan struktural serius seperti atap yang rapuh, dinding retak parah, hingga pondasi yang mulai bergeser. “Kami tidak bisa membiarkan warga tinggal di rumah yang sewaktu-waktu bisa roboh. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi soal keselamatan jiwa,” tegasnya.
Novrizal menjelaskan bahwa proses verifikasi penerima manfaat dilakukan secara sangat ketat. Setiap calon penerima harus melalui beberapa tahap pengecekan, mulai dari pendataan oleh RT dan desa hingga pemeriksaan teknis oleh tim lapangan Disperkim. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar jatuh kepada warga yang paling membutuhkan. “Kami ingin program ini tepat sasaran. Tidak boleh ada manipulasi data, apalagi penyalahgunaan kewenangan,” tambahnya.
Menurutnya, KSB Maju Perumahan merupakan salah satu bentuk komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan seperti meningkatnya rasa aman, meningkatnya kesehatan keluarga, dan tumbuhnya semangat kebersamaan dalam lingkungan tempat tinggal.
Selain itu, pemerintah juga memberikan pendampingan teknis kepada penerima manfaat, mulai dari tahap perencanaan hingga penyelesaian konstruksi. Tim teknis Disperkim memastikan struktur bangunan yang diperbaiki atau dibangun ulang telah memenuhi standar kelayakan. “Kami ingin hasil akhirnya benar-benar berkualitas dan tahan lama. Jangan sampai rumah diperbaiki hari ini, tetapi rusak kembali dalam beberapa tahun,” jelas Novrizal.
Ia juga menegaskan bahwa kualitas material menjadi perhatian utama pemerintah. Seluruh bahan bangunan yang digunakan harus sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan, dan pemasok yang bekerja sama wajib mengikuti ketentuan tersebut. Pemerintah tidak segan memberikan sanksi kepada pihak yang mencoba mengurangi kualitas material demi keuntungan pribadi. “Kami sangat tegas soal ini. Tidak boleh ada permainan dalam proyek yang menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, program KSB Maju Perumahan juga mengedepankan asas gotong royong melalui swadaya penerima manfaat. Warga yang menerima bantuan diwajibkan untuk ikut terlibat, minimal dalam bentuk tenaga kerja. Menurut Novrizal, keterlibatan penerima manfaat terbukti meningkatkan efisiensi pembangunan sekaligus menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap rumah baru mereka. “Ketika warga ikut bekerja, mereka lebih menghargai hasilnya,” katanya.
Pemerintah juga menargetkan penyelesaian sebagian besar perbaikan rumah sebelum puncak musim hujan. Hal ini dilakukan agar keluarga penerima tidak lagi merasa cemas menghadapi cuaca ekstrem. Rumah yang sebelumnya bocor dan tidak stabil akan dibuat lebih kokoh dan kedap air. “Kami ingin pada musim hujan nanti, keluarga-keluarga ini dapat tidur dengan tenang tanpa takut rumahnya ambruk,” ucapnya.
Di sisi lain, pemerintah mengakui bahwa masih banyak tantangan dalam pelaksanaan program, terutama terkait akses material ke beberapa wilayah yang cukup terpencil. Meski demikian, Disperkim telah menyiapkan strategi khusus untuk memastikan distribusi material tetap berjalan lancar. Kerja sama dengan pemerintah desa dan toko-toko material lokal terus diperkuat untuk menekan hambatan di lapangan.
Di akhir penyampaiannya, Novrizal berharap masyarakat dapat mendukung keberlanjutan program ini dengan menjaga dan merawat rumah yang telah dibangun. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program KSB Maju Perumahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. “Ini rumah mereka, ini masa depan mereka. Pemerintah membantu membangun pondasinya, tetapi yang menjaga adalah masyarakat itu sendiri,” tutupnya. Ln02
