kode-rahasia-meteran-listrik-PLN

Lensantbnews.com, Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hunian bagi masyarakat kurang mampu. Melalui program KSB Maju Perumahan, penerima bantuan kini tidak hanya mendapatkan perbaikan fisik rumah, tetapi juga difasilitasi penyambungan listrik gratis 900 VA. Kebijakan ini mulai diterapkan pada pelaksanaan program tahun 2025.

 

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) KSB, Novrizal Zain Syah, menjelaskan bahwa fasilitas tambahan berupa pemasangan listrik ini merupakan bagian dari standar hunian layak yang wajib dipenuhi pemerintah. Menurutnya, tidak ada artinya rumah diperbaiki jika penerimanya masih hidup dalam kondisi gelap dan tidak memiliki akses energi layak.

 

“Listrik adalah kebutuhan dasar. Ketika kita bicara rumah layak huni, maka rumah itu harus terang, aman, dan dapat menunjang kehidupan sehari-hari. Karena itu penyambungan listrik 900 VA kami berikan secara gratis,” ujar Novrizal. Ia menekankan bahwa fasilitas ini diberikan tanpa biaya tambahan bagi penerima manfaat.

 

Menurut Novrizal, penyambungan listrik gratis ini juga dimaksudkan agar masyarakat dapat menggunakannya untuk aktivitas produktif di rumah. Banyak keluarga dengan tingkat ekonomi rendah yang sebelumnya tidak mampu memasang listrik karena keterbatasan biaya. Dengan bantuan ini, pemerintah ingin menghapus hambatan tersebut secara bertahap.

 

Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan PLN menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan fasilitas listrik gratis ini. Pihak PLN memberikan dukungan teknis, sementara pemerintah daerah menyiapkan data penerima serta memastikan mereka benar-benar layak mendapatkan sambungan listrik baru. Prosesnya juga dipadukan dengan verifikasi program utama perumahan untuk meminimalkan kendala administrasi.

 

Selain meningkatkan kenyamanan, penyediaan listrik juga menyangkut aspek keselamatan. Banyak rumah warga miskin sebelumnya menggunakan sambungan listrik ilegal atau menyambung dari tetangga, yang sangat berisiko menimbulkan korsleting hingga kebakaran. Novrizal menegaskan bahwa kondisi-kondisi seperti itu harus segera dihentikan di KSB.

 

“Kalau rumahnya sudah diperbaiki, tapi listriknya tidak aman, itu sama saja menciptakan risiko baru. Pemerintah tidak ingin membiarkan warga hidup dalam situasi berbahaya. Karena itu pemasangan listrik resmi dan aman menjadi bagian dari paket bantuan,” jelasnya.

 

Program listrik gratis ini juga mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak penerima bantuan menyampaikan rasa syukur karena kini mereka bisa menikmati rumah yang lebih layak, terang, dan aman. Pemerintah berharap dampak positif tersebut dapat mempercepat peningkatan taraf hidup keluarga miskin di seluruh wilayah KSB.

 

Disperkim memastikan bahwa penyambungan listrik akan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal pembangunan rumah. Pengawasan lapangan juga dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh penerima manfaat benar-benar menerima fasilitas tersebut tanpa pungutan liar atau biaya tambahan apa pun selama proses penyambungan.

 

Dengan adanya fasilitas tambahan ini, program KSB Maju Perumahan diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik rumah warga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi, layak huni, dan mendukung kebutuhan hidup sehari-hari. Novrizal menutup dengan menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan inovasi agar setiap bantuan perumahan semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Ln02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *