Lensantbnews.com.Sumbawa Barat – RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat menerima kunjungan penting dari Tim Devisi Managed Services Siloam Hospitals Group pada Rabu (11/03). Kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam sistem layanan rujukan pasien di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
Delegasi dari Siloam Hospitals Group yang hadir terdiri dari dr. Edi Elpino, MKK dan dr. Theresia Karina Witanta. Kehadiran mereka berkaitan erat dengan peran Siloam Hospitals Group sebagai pengelola Klinik Buin Batu milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Fokus utama dari pertemuan ini adalah memastikan alur rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis lanjutan dari klinik perusahaan menuju RSUD Asy-Syifa’ dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tim Siloam melakukan peninjauan langsung (field visit) ke berbagai unit layanan unggulan yang dimiliki RSUD Asy-Syifa’. Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian utama meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), serta Instalasi Radiologi. Selain fasilitas medis, tim juga mengecek kesiapan armada ambulans yang menjadi komponen vital dalam mendukung mobilitas dan keselamatan pasien rujukan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi kedua belah pihak untuk saling berbagi informasi mengenai kapasitas pelayanan, pemutakhiran fasilitas, serta perkembangan layanan kesehatan terkini di RSUD Asy-Syifa’. Peninjauan langsung ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif bagi pihak Siloam dalam menyelaraskan prosedur operasional rujukan dari Klinik Buin Batu.
Pihak manajemen RSUD Asy-Syifa’ menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah. Dengan memperkuat jejaring kerja sama bersama mitra strategis seperti Siloam Hospitals Group dan PT AMNT, RSUD Asy-Syifa’ terus berupaya memberikan standar pelayanan yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus-kasus rujukan yang memerlukan tindakan medis intensif.
Melalui penguatan koordinasi ini, diharapkan akses masyarakat dan karyawan di wilayah operasional tambang terhadap layanan kesehatan lanjutan di Sumbawa Barat menjadi semakin terjamin dan terintegrasi dengan baik.Ln
