IMG-20260311-WA0022

Lensantbnews.com.Sumbawa Barat – Agenda Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) di Kecamatan Poto Tano pada Selasa (10/3/2026) membawa pesan kuat tentang kemandirian ekonomi. Bertempat di Masjid Nurul Iman, Desa Senayan, Bupati Sumbawa Barat secara khusus menyoroti potensi besar sektor pertanian setelah melihat keberhasilan nyata generasi muda di wilayah tersebut.

 

Inspirasi dari Petani Milenial

Dalam sambutannya di hadapan jajaran Forkopimda, kepala OPD, dan tokoh masyarakat, Bupati mengungkapkan rasa bangganya terhadap kelompok petani milenial di Poto Tano. Keberhasilan mereka meraih penghasilan hingga Rp10 juta per bulan dari sektor hortikultura menjadi bukti bahwa pertanian bukan lagi sektor “kelas dua”.

 

“Potensi sayur-sayuran di Poto Tano ini luar biasa. Saya melihat sendiri bagaimana anak-anak muda kita mampu mandiri secara ekonomi. Ini harus menjadi pemantik bagi generasi muda lainnya untuk tidak ragu terjun ke sektor hortikultura,” ujar Bupati.

 

Melihat tren positif tersebut, Bupati mendorong pengembangan pertanian secara lebih serius dan sistematis. Ia mengusulkan agar Desa Senayan dikembangkan menjadi Desa Hortikultura. Dengan ketersediaan lahan yang memadai, Poto Tano dinilai memiliki posisi strategis untuk bertransformasi menjadi sentra penyedia sayur-mayur utama di Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Selain isu ekonomi, Bupati juga memberikan atensi pada dua agenda penting daerah: Stabilitas Pilkades: Menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di empat desa di Kecamatan Poto Tano, masyarakat diimbau untuk menjaga kondusifitas dan semangat kekeluargaan.

 

Bupati mendorong percepatan distribusi Kartu KSB Maju yang saat ini progresnya telah menyentuh angka 70%. Kartu ini merupakan instrumen penting untuk memastikan akses layanan publik dan bantuan tepat sasaran.

 

“Kegiatan yang diawali dengan buka puasa bersama ini juga menjadi momen berbagi. Pemerintah daerah bersama PKK dan Baznas menyalurkan berbagai paket bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, serta menyerahkan dana hibah untuk kelanjutan pembangunan Masjid Nurul Iman,” tandas Bupati.

 

Safari Ramadhan ini bukan sekadar ajang silaturahmi formal, melainkan momentum bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan program pembangunan daerah berjalan beriringan dengan semangat produktivitas warga.Ln

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *