Lensantbnews.com, Taliwang — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.MRS., MQM., menghadiri kegiatan Kampanye TB Sinergi Aksi Tuntaskan TB dengan tema “Bersama Kita Wujudkan KSB Bebas Tuberkulosis” yang diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Taliwang dan UPTD Puskesmas Taliwang II di Alun-Alun Kota Taliwang, Rabu, (13/5)
Kegiatan tersebut turut diikuti oleh Camat Taliwang, perwakilan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Kepala UPTD Puskesmas Taliwang, Kepala UPTD Puskesmas Taliwang II, petugas kesehatan, kader kesehatan, serta masyarakat Kecamatan Taliwang. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program eliminasi Tuberkulosis (TBC) menuju target Indonesia Bebas TBC Tahun 2030.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat menyampaikan bahwa kegiatan kampanye ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian dan komitmen bersama dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia.
“TBC merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan paling sering menyerang paru-paru. Penyakit ini menular melalui percikan dahak saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara. Namun demikian, TBC dapat dicegah dan disembuhkan apabila ditemukan lebih dini dan diobati secara teratur sampai tuntas,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam pengendalian TBC saat ini bukan hanya pada aspek pengobatan, tetapi juga masih adanya stigma di masyarakat terhadap penderita TBC. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang takut memeriksakan diri karena merasa malu atau khawatir dikucilkan, padahal deteksi dini menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
“Semakin cepat TBC ditemukan, maka semakin besar peluang kesembuhan dan semakin kecil risiko penularan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” tambahnya.
Melalui kegiatan kampanye ini, masyarakat diajak untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini TBC. Masyarakat yang mengalami batuk lebih dari dua minggu disertai demam, keringat malam, penurunan berat badan, atau mudah lelah diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Rangkaian kegiatan kampanye dikemas secara edukatif dan partisipatif melalui senam sehat bersama yang berfokus pada kebugaran jasmani dan teknik pernapasan sehat. Di sela-sela kegiatan senam, instruktur turut menyampaikan pesan-pesan kesehatan terkait pencegahan dan penanganan TBC kepada masyarakat.
Selain itu, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis berupa skrining gejala TBC, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, penyuluhan kesehatan, serta kuis interaktif tentang TBC sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya eliminasi TBC di Kabupaten Sumbawa Barat melalui perilaku hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, tidak merokok, menjaga ventilasi rumah yang baik, mengonsumsi makanan bergizi, serta menerapkan etika batuk yang benar.
“Peran keluarga, kader kesehatan, tokoh masyarakat, sekolah, tempat kerja, dan seluruh lintas sektor sangat dibutuhkan dalam memutus rantai penularan TBC. Melawan TBC bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita wujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas TBC. Temukan, obati, sampai sembuh. Bersama kita bisa eliminasi TBC,” tutup dr. Carlof.Ln
