Kolaborasi-RSUD-Asy-Syifa-dan-BNN-KSB-hadirkan-layanan-rehabilitasi-narkotika-terpadu-dan-manusiawi-396668558

Lensantbnews.com, Sumbawa Barat – Upaya penanganan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Sumbawa Barat memasuki fase lebih progresif. RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa Barat melalui penandatanganan nota kesepahaman layanan rehabilitasi medik. Kolaborasi ini menandai komitmen bersama menghadirkan pendekatan penanganan yang lebih terintegrasi, holistik, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang.

Kunjungan Kepala BNN Kabupaten Sumbawa Barat ke RSUD Asy-Syifa’ menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk memperkuat sinergi. Kerja sama ini dirancang tidak hanya untuk menangani aspek medis semata, tetapi juga menyentuh dimensi psikologis dan sosial yang sering menjadi akar permasalahan ketergantungan narkotika.

Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif dalam rehabilitasi. “Kami tidak hanya fokus pada detoksifikasi atau pemulihan fisik semata, tetapi juga memastikan pasien mendapatkan pendampingan mental dan sosial secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pendekatan holistik ini dinilai sangat krusial mengingat tingginya risiko kambuh (relapse) jika penanganan tidak menyeluruh. Melalui kerja sama ini, pasien akan diperlakukan sebagai subjek pemulihan yang aktif, bukan sekadar objek penanganan.

Memperluas Akses dan Mengikis Stigma

Dari pihak BNN Kabupaten Sumbawa Barat, kerja sama ini dipandang sebagai langkah konkret dalam memperluas akses layanan rehabilitasi bagi masyarakat. Selama ini, keterbatasan fasilitas dan stigma sosial kerap menjadi hambatan utama bagi korban penyalahgunaan narkotika untuk mencari bantuan.

“Kami berharap masyarakat semakin terbuka mengakses layanan rehabilitasi yang aman, profesional, dan manusiawi,” ungkap Kepala BNN KSB. Ia juga menekankan peran penting keluarga dan lingkungan dalam mendukung proses pemulihan pasien.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sistem rujukan yang lebih terstruktur, sehingga proses rehabilitasi berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang semakin mengedepankan pendekatan kesehatan publik dibandingkan pendekatan hukum semata dalam penanganan penyalahgunaan narkotika.

Dengan sinergi yang semakin solid antara RSUD Asy-Syifa’ dan BNN, Sumbawa Barat kini memiliki harapan baru dalam memerangi narkotika — bukan hanya melalui pencegahan, tetapi juga melalui pemulihan yang bermartabat. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan produktivitas dan kualitas hidup para penyintas, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika di masa mendatang.Ln

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *