Screenshot_20260727_122643_Chrome

Lensantbnews.com, Sumbawa Barat– Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat memastikan tiga anak dari Panti Asuhan Baiti Nurjannah yang sedang menjalani pengobatan di Bali tetap berada dalam pendampingan orang dewasa. Klarifikasi ini disampaikan setelah beredar video di media sosial yang menimbulkan dugaan anak-anak tersebut terlantar tanpa pengawasan.

 

Andi Suwandy, S.IP., M.M. Inov, selaku narasumber dari Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung kepada pemilik panti, Fatmawati. Menurut penjelasan Fatmawati, ketiga anak diberangkatkan ke Bali untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Keberangkatan dilakukan bersama Fatmawati dan dua pengasuh dewasa dari panti. Jumat, (24/7)

 

Setelah tindakan medis awal selesai, ketiga anak tetap tinggal bersama dua pendamping dewasa di rumah kos yang disewa pihak panti sebagai tempat tinggal sementara sambil menunggu jadwal tindakan berikutnya. Sementara itu, Fatmawati sementara kembali ke Taliwang untuk memastikan kebutuhan anak-anak lain di panti tetap terpenuhi sekaligus mengambil perlengkapan dan bekal. Ia dijadwalkan kembali ke Bali sesuai jadwal pengobatan selanjutnya.

 

“Informasi yang menyebutkan ketiga anak berada di Bali tanpa pendamping orang dewasa tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Mereka tetap didampingi dua pengasuh dewasa yang ditugaskan pihak panti,” tegas Andi Suwandy.

 

Dua di antara anak tersebut merupakan penerima Bantuan Sosial Yatim Piatu dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sebesar Rp500.000 per anak setiap bulan. Proses pengobatan juga mendapat dukungan biaya pendampingan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat serta BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat.

 

Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan komitmennya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada anak-anak di lembaga kesejahteraan sosial, termasuk yang menjalani pengobatan di luar daerah. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarluaskannya di media sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

 

Pihak dinas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berharap rangkaian pengobatan dapat berjalan lancar sehingga anak-anak segera memperoleh kesehatan yang optimal.Ln

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *