285889569

Lensantbnews.com,Mataram – Dugaan suap dan gratifikasi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD HL Manambai Abdulkadir, Sumbawa, akan diadukan ke Polda NTB dalam waktu dekat.

Berdasarkan penelusuran media ini, total pengadaan yang dilakukan RS Rujukan Manambai pada tahun 2025 sebesar Rp 42 miliar.

“Anggarannya dari APBD NTB yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT), dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” ungkap Dani Naufal, SH koordinator Advokasi MISSI NTB (Monitoring dan Integritas Sistem Sektor Publik dan Investasi).

Ia mengatakan, di antaranya, pengadaan alat radiologi Rp 1,38 miliar; Ruang Operasi dan ICU Rp 2,75 miliar; rawat inap dan rawat jalan Rp 142 juta; Pediatric Center Rp 5,82 miliar; Radiologi Diagnostik Rp 1,47 miliar; Laboratorium Rp 1,37 miliar; dan TB-Paru Rp 449 juta. Ditambah untuk belanja alkes BLUD Rp 3,3 miliar.

“Berdasarkan informasi yang telah dihimpun media ini juga, pengadaan alat kesehatan di RS Rujukan Manambai nilai pagunya sebesar Rp 42 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD NTB, DAK, serta DBHCHT untuk pengadaan 25 item alkes. Pengadaan ke 25 item alat kesehatan itu bertujuan untuk meningkatkan status RS Manambai ke level B,” jelasnya.

Ia menegaskan, ke 25 jenis Alkes tersebut masing-masing, Basic Ortopedi set, Bet Patien, Bowl Stand Waskom, Double CPAP With Compressor, ECG, Energi stretcher. Kemudian ENT Cair, ENT Frequensy Plasma Surgical Systim, Gergaji Ortopedi. Infuce pump, Kursi Roda, Laparotomi Set, Mobile X Rey. Modural Operating Theatre (MOT), Patien Monitor, Pembuka Gift Orthopedi, Plasma strwlizer. Portable X Ray, Steam Sterilisation, Section Pimp, Tensimeter Digital, Tiang infus, Troli Obat, USG 4 Dimensi, dan Ventilator.

“Meski sempat dihentikan penyidikannya oleh Kejati NTB, kami menduga kasus tersebut tidak serius disikapi. Maka dari itu, kami dalam waktu dekat ini akan segera melaporkan dugaan suap dan gratifikasi Pengadaan Alkes Rumah Sakit Rujukan Provinsi, RSMA ke Polda NTB. Menurutnya proyek Alkes senilai Rp 42 miliar diduga sarat penyimpangan,” tandas Dani Naufal, SH.

Sebelum berita ini diturunkan, media sudah melakukan konfirmasi kepada

Direktur RS Manambai, dr. Made Sopan Pradnya Nirartha, M.Biomed., Sp.B. tapi belum ada tanggapan apapun sampai dengan saat ini.Ln

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *