Lensantbnews.com.Sumbawa Barat – Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui agenda penting berupa pertemuan evaluasi dan sosialisasi Indikator Kepatuhan serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) Tahun 2026 bagi seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Kabupaten Sumbawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan pada Selasa, 10 Maret 2026 tersebut, merupakan hasil kolaborasi erat antara Dinas Kesehatan KSB dengan BPJS Kesehatan.
Acara dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.MRS., MQM., jajaran Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PMSDK), Kepala BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Sumbawa Barat, Zainuddin, serta para pimpinan FKTP dan admin P-Care mitra BPJS Kesehatan.
Dalam sambutannya, dr. Carlof menekankan bahwa keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Bumi Pariri Lema Bariri sangat bergantung pada kesamaan visi antara penyedia layanan dan regulator.
“Kemitraan antara FKTP dan BPJS Kesehatan harus berada dalam satu kerangka tujuan yang sama, yaitu memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat,” tegas dr. Carlof.
Ia juga mengakui adanya tantangan nyata di lapangan, seperti keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga sarana dan prasarana. Namun, dr. Carlof menginstruksikan agar kendala tersebut tidak menjadi penghambat, melainkan harus dijawab dengan semangat kolaborasi guna meminimalisir keluhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Sumbawa Barat, Zainuddin, memaparkan hasil evaluasi kepatuhan tahun 2025 sebagai pijakan untuk menghadapi tahun 2026. Ia memperkenalkan indikator kepatuhan terbaru yang tertuang dalam PKS Tahun 2026.
“Dinamika regulasi JKN terus berkembang, sehingga menuntut adaptasi cepat dari fasilitas kesehatan. Komitmen FKTP dalam menjalankan poin-poin kerja sama adalah kunci utama menjaga mutu pelayanan yang berkualitas, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Zainuddin.
Pertemuan ini tidak hanya bersifat searah, tetapi juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para pimpinan FKTP dan pengelola layanan memanfaatkan momen ini untuk membedah tantangan teknis, mulai dari urusan administrasi di aplikasi P-Care hingga kendala operasional lainnya, guna merumuskan solusi bersama BPJS Kesehatan. Ln
