Lensantbnews.com, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan dua kawasan industri pengolahan udang guna mempercepat hilirisasi sektor kelautan dan perikanan. Langkah ini diambil agar hasil budidaya udang dari NTB tidak lagi dijual dalam bentuk mentah ke luar daerah, melainkan diolah terlebih dahulu di dalam provinsi untuk memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB menyatakan bahwa kedua kawasan industri tersebut disiapkan khusus bagi calon investor yang ingin membangun unit pengolahan udang. Dengan adanya kawasan industri ini, diharapkan rantai pasok udang dapat lebih terintegrasi mulai dari budidaya hingga pengolahan dan pemasaran.
“Selama ini banyak udang yang diproduksi di NTB langsung dijual mentah ke luar daerah. Padahal, jika diolah menjadi produk seperti udang beku, udang olahan, atau produk turunan lainnya, nilai tambahnya akan jauh lebih tinggi dan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah serta penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.
Dua lokasi yang disiapkan Pemprov NTB untuk kawasan industri pengolahan udang adalah:
Labuhan Lombok (Kabupaten Lombok Timur)
Teluk Santong (Kabupaten Sumbawa)
Kedua lokasi ini dipilih karena memiliki akses pelabuhan yang strategis, sehingga memudahkan proses distribusi dan ekspor hasil olahan udang.
Dorong Transformasi Ekonomi Perikanan
Kebijakan hilirisasi ini sejalan dengan Perda Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan. Pemprov NTB memberikan “karpet merah” bagi investor dengan menyediakan lahan siap pakai serta dukungan regulasi yang ramah investasi.
NTB sendiri memiliki potensi besar di sektor perikanan. Produksi udang vaname terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu penghasil udang terbesar di Indonesia. Namun, selama ini nilai tambah yang didapat daerah masih terbatas karena dominasi penjualan dalam bentuk bahan baku mentah.
Dengan adanya kawasan industri pengolahan, diharapkan NTB dapat naik kelas menjadi bukan hanya produsen udang, tetapi juga pusat pengolahan dan ekspor produk udang olahan yang bernilai tinggi.
Pemerintah provinsi juga terus melakukan pendekatan kepada calon investor, termasuk investor dari Jakarta yang sebelumnya telah melakukan kunjungan untuk membahas rencana pembangunan unit pengolahan udang beku.
Pihak terkait berharap agar kedua kawasan industri ini segera terealisasi dan dapat menarik investasi yang signifikan. Selain meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), pengembangan ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat NTB.
Hingga saat ini, Pemprov NTB masih membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor yang berminat berpartisipasi dalam pengembangan kawasan industri pengolahan udang tersebut.Ln
