20260503_142708

Lensantbnews.com, Lombok Timur – Belakangan ini antrian panjang kapal penyeberangan antara Pelabuhan Kayangan dan Poto semakin menjadi-jadi. Penumpang dan kendaraan bermuatan harus rela menunggu berjam-jam bahkan hingga belasan jam. Kondisi ini tidak hanya menyiksa masyarakat, tapi juga langsung melumpuhkan roda perekonomian Pulau Sumbawa.

Supardi, seorang supir truk yang sering melintasi jalur tersebut, tak bisa menahan kesalnya saat ditemui awak media Lensantb. Ia mengaku mengalami kerugian besar, baik materi maupun non-materi akibat keterlambatan penyeberangan yang kerap terjadi.

“Barang kami sampai ke Bima lama sekali, pelanggan selalu komplain. Kadang kami baru tiba tengah malam, susah cari buruh bongkar muat. Kalau sudah malam, ongkosnya langsung naik. Ini sangat merugikan,” ujar Supardi dengan nada kesal.

Menurut Supardi dan banyak pelaku usaha lainnya, antrian panjang di pelabuhan dan lambatnya proses sandar kapal menyebabkan distribusi logistik di Pulau Sumbawa menjadi tersendat. Akibatnya, stok barang di pasaran sering kosong atau terlambat, sehingga harga kebutuhan pokok langsung melambung tinggi. Masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya.

Keterlambatan ini bukan sekadar masalah transportasi, melainkan sudah menjadi ancaman serius bagi perekonomian daerah. Barang dagangan terhambat, biaya operasional pengusaha membengkak, dan pada akhirnya beban itu dialihkan ke konsumen.

Para pelaku usaha dan sopir truk pun menyuarakan harapan agar Gubernur NTB dan PT ASDP Indonesia Ferry segera turun tangan memperbaiki layanan penyeberangan. Mereka meminta penambahan armada kapal, peningkatan manajemen jadwal, serta penyelesaian masalah operasional di pelabuhan agar antrian tidak lagi terjadi berulang kali.

“Jangan biarkan Pulau Sumbawa terus tertinggal hanya karena masalah kapal penyeberangan yang seharusnya bisa diatasi. Kami harap pemerintah dan ASDP cepat tanggap sebelum ekonomi daerah ini semakin terpuruk,” pungkas Supardi.

Masalah ini sudah menjadi sorotan publik. Masyarakat menanti tindakan nyata, bukan sekadar janji. Karena setiap jam keterlambatan, ribuan orang kehilangan kesempatan dan uang mereka.Ln

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *