file-1

Lensantbnews.com, Sumbawa Barat–Di sebuah ruang pertemuan yang dipenuhi perwakilan perangkat daerah, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan, Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah, S.T., M.Si. berdiri menyampaikan arahannya. Bukan sekadar sambutan seremonial, pidato itu menjadi penegasan visi besar: penanggulangan kemiskinan hanya bisa berhasil jika seluruh sektor bergerak dalam satu data dan satu tujuan.

Kamis, 2 Juli 2026, Bupati secara resmi membuka kegiatan Integrasi Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) dengan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) yang diselenggarakan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat implementasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai landasan utama program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Bupati Amar Nurmansyah menegaskan bahwa kemiskinan adalah persoalan multidimensi yang tidak bisa diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja.

“Penanggulangan kemiskinan bukan pekerjaan Dinas Sosial semata. Seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu visi dan satu tujuan. Ketika kita menggunakan data yang sama dan bekerja secara terintegrasi, maka setiap program akan saling menguatkan dan manfaatnya akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa DTSEN harus menjadi acuan bersama dalam penyusunan kebijakan maupun pelaksanaan seluruh program kesejahteraan. Dengan satu basis data, pemerintah dapat menghindari tumpang tindih bantuan, memastikan ketepatan sasaran, sekaligus meningkatkan efektivitas anggaran.

“Efisiensi yang kita bangun bukan sekadar efisiensi anggaran, tetapi efisiensi dalam proses pelayanan, koordinasi, dan penggunaan data. Jika seluruh sektor bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi, maka pelayanan akan menjadi lebih cepat, lebih tepat sasaran, dan lebih berkualitas,” ujar Bupati.

PUSKESOS sebagai pusat layanan sosial di tingkat desa digambarkan sebagai ujung tombak. Melalui integrasi dengan SIKS-NG, PUSKESOS diharapkan mampu mempercepat identifikasi kebutuhan masyarakat, pemutakhiran data, penanganan pengaduan, verifikasi lapangan, hingga rujukan layanan kepada perangkat daerah sesuai kewenangannya. Pelayanan sosial pun akan semakin dekat, mudah diakses, dan responsif.

Lebih jauh, Bupati mengungkapkan arah kebijakan ke depan dalam memperkuat transformasi digital pelayanan sosial melalui pengembangan Aplikasi Kartu Sumbawa Barat Maju. Pemerintah daerah akan membuka akses aplikasi tersebut kepada pemerintah desa agar pemutakhiran dan pengelolaan data kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan secara langsung, cepat, akurat, dan berkelanjutan.

“Ke depan, pemerintah desa akan diberikan akses langsung ke Aplikasi Kartu Sumbawa Barat Maju sehingga seluruh data kesejahteraan masyarakat dapat diperbarui secara cepat, akurat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kita benar-benar memiliki satu data kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat yang menjadi dasar seluruh pengambilan kebijakan,” jelasnya.

Bupati juga berharap berbagai program bantuan yang dikelola desa, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dan bentuk bantuan sosial desa lainnya, dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi tersebut. Tujuannya menciptakan ekosistem pelayanan sosial yang lebih terpadu, transparan, akuntabel, dan mudah dipantau.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat menyampaikan bahwa integrasi PUSKESOS dan SIKS-NG merupakan implementasi nyata komitmen pemerintah daerah membangun tata kelola pelayanan sosial yang modern, terintegrasi, dan berbasis data.

“Integrasi PUSKESOS, SIKS-NG, dan ke depan Aplikasi Kartu Sumbawa Barat Maju akan memperkuat koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan seluruh perangkat daerah. Sistem ini akan menghasilkan pelayanan yang lebih cepat, data yang lebih akurat, serta pelaksanaan program yang lebih efisien dan tepat sasaran. Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa Barat,” ujarnya.

Melalui penguatan integrasi ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menegaskan komitmennya membangun sistem perlindungan sosial yang terpadu, kolaboratif, berbasis data, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Karena hanya dengan satu data dan satu visi, setiap kebijakan dan program mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, serta mendukung terwujudnya KSB Maju Luar Biasa.Ln

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *