Lensantbnews.com, Sumbawa Barat – Keluhan penumpang feri di Pelabuhan Kayangan (Layangan) kembali memuncak. Antrian panjang yang kerap terjadi membuat penumpang terpaksa menunggu di bawah terik matahari selama 3 hingga 4 jam. Masyarakat setempat dan penumpang lintas Selat Alas menuntut pemerintah segera mencopot Kepala Cabang ASDP Kayangan atas kegagalan pengelolaan pelabuhan.
Ali Sadri, warga Sumbawa yang sering melintasi pelabuhan tersebut, tak bisa menahan amarahnya.
“Ini ada apa sebenarnya? Penumpukan penumpang selalu terjadi 3 sampai 4 jam. Kalau tidak mampu mengelola, mending mundur saja. Dari dulu pelabuhan penyeberangan Selat Alas tidak pernah seperti ini, kecuali saat hari Lebaran. Sebenarnya ada apa di balik ini semua?” tegas Ali Sadri dengan nada geram. Senin, (1/6)
Menurutnya, manajemen ASDP gagal melakukan pengaturan jadwal dan operasional kapal dengan baik. Antrian yang tidak terkelola menyebabkan penumpang, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia, harus bertahan di pelabuhan tanpa fasilitas yang memadai.
Tak hanya soal antrian, Ali juga menyoroti kelayakan armada kapal yang dioperasikan ASDP di Selat Alas.
“Ditambah lagi kapal tidak layak dioperasikan di Selat Alas. Masa kapal yang sudah pernah karam dan kondisinya sudah rongsok masih diberi izin beroperasi? Ini bahaya nyata bagi penumpang,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Andi Supriadi, penumpang yang mengalami langsung keterlambatan pada hari itu.
“Kami dari jam 8 pagi sudah sampai di pelabuhan, sekarang sudah jam 11, belum juga bisa nyebrang. Ditambah lagi kami disuruh cek boarding lewat belakang kantor ASDP. Panas sekali, tidak ada tempat berteduh yang layak,” keluh Andi.
Kasus ini bukan kali pertama terjadi. Banyak warga menyebutkan bahwa pelabuhan penyeberangan Kayangan-Poto Tano kerap mengalami chaos, terutama pada musim libur dan hari-hari biasa. Padahal, sebagai BUMN, ASDP seharusnya mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Masyarakat kini secara terbuka menuntut agar Direktur Utama ASDP dan pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka mendesak pencopotan Kepala Cabang ASDP Kayangan beserta jajarannya yang dianggap tidak kompeten.
“Kalau terus begini, nyawa penumpang dipertaruhkan. Kapal tua, manajemen buruk, pelayanan nol besar. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari manajemen PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan. Sementara itu, penumpang yang terjebak antrian hanya bisa pasrah menunggu di bawah terik matahari sambil berharap ada perbaikan sistem yang mendesak.
Pemerintah pusat dan daerah diminta segera bertindak sebelum tragedi besar terjadi akibat kelalaian manajemen pelabuhan.LN
