Lensantbnews.com, Sumbawa Barat- Di tengah perjuangan panjang untuk menghadirkan pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak negeri yang terpinggirkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sekali lagi berdiri di hadapan pusat. Setelah tiga usulan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat ditolak oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, kini sebuah lahan baru di wilayah Seteluk–Poto Tano diajukan dengan penuh keyakinan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, Kamaluddin, menyampaikan bahwa perjalanan ini bukanlah tanpa luka. Tiga lokasi yang sebelumnya diusulkan telah dihadapkan pada penolakan karena belum memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat. Namun, alih-alih menyerah, daerah justru menjadikan evaluasi tersebut sebagai pelajaran berharga.
“Kami belajar dari usulan sebelumnya yang belum disetujui. Karena itu, lokasi yang kami ajukan sekarang kami pastikan sesuai dengan kriteria, baik dari sisi luas lahan maupun topografinya,” tegas Kamaluddin, Selasa (14/7/2026).
Syarat yang harus dipenuhi bukanlah hal sepele. Lahan harus tersedia seluas 5 hingga 10 hektare, topografinya relatif datar, dan tidak berada di kawasan berbukit atau memiliki kemiringan tinggi. Lahan di Seteluk–Poto Tano dinilai telah memenuhi seluruh ketentuan tersebut, dan kini resmi disampaikan ke pusat.
Program Sekolah Rakyat merupakan amanah strategis dari pemerintah pusat, dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Sosial. Setiap daerah didorong untuk menghadirkannya sebagai jembatan bagi masyarakat kurang mampu agar dapat mengakses pendidikan yang lebih luas dan terjangkau. Di Kabupaten Sumbawa Barat, kehadiran fasilitas ini dinilai sangat mendesak. Masih banyak anak-anak dari keluarga yang bergulat dengan keterbatasan, yang menanti kesempatan yang lebih adil.
Dengan penuh harap, Pemkab Sumbawa Barat menanti persetujuan. Agar pembangunan segera dapat dimulai. Agar cita-cita memberikan ruang belajar yang layak bagi mereka yang selama ini terpinggirkan tidak lagi hanya menjadi wacana.
Karena di balik setiap penolakan yang telah dilalui, tersimpan tekad yang semakin kuat: bahwa pendidikan rakyat tidak boleh menunggu lebih lama lagi.
