20260601_113633

Lensantbnews.com, Sumbawa Barat – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan kembali menjadi sorotan keras. Bukan sekadar gagal melayani, melainkan dinilai sengaja menyiksa rakyat dengan antrian feri yang tak manusiawi. Penumpang dijewer matahari berjam-jam, sementara roda perekonomian lokal di Selat Alas lumpuh total. Masyarakat semakin geram dan menuntut Kepala Cabang ASDP Kayangan dicopot segera.

Antrian dramatis di Pelabuhan Kayangan-Poto Tano kini bukan lagi masalah biasa, melainkan bencana harian yang merugikan ribuan orang. Penumpang yang tiba pagi hari kerap terjebak hingga 3–4 jam bahkan lebih, tanpa tempat berteduh yang layak dan pelayanan yang memadai.

Ali Sadri, warga Sumbawa, kembali melontarkan kecaman pedas terhadap manajemen ASDP:

“Ini sudah gila! Dari dulu pelabuhan Selat Alas tidak pernah separah ini. Kalau tidak mampu mengelola, mundur saja! Jangan jadi parasit yang menyengsarakan rakyat.”

Andi Supriadi, penumpang yang merasakan langsung penderitaan itu, mengungkapkan kemarahannya:

“Dari jam 8 pagi sudah sampai pelabuhan, sekarang jam 11 siang belum juga bisa nyebrang. Disuruh cek boarding lewat belakang kantor, panasnya minta ampun. Ini pelayanan apa? Penyiksaan namanya!”

Ekonomi Lokal Terpuruk

Dampak antrian dramatis ini tidak main-main. Para pelaku ekonomi lokal melaporkan kerugian harian yang signifikan. Sopir truk yang mengangkut barang dagangan sering telat tiba, menyebabkan buah, sayur, dan ikan segar membusuk sebelum sampai tujuan. Pedagang kecil lintas pulau terpaksa kehilangan omzet karena waktu tempuh yang seharusnya singkat menjadi berjam-jam.

Banyak warga menilai manajemen ASDP Kayangan-Poto Tano tidak kompeten dan abai. Mereka mendesak pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan.

“Kepala Cabang ASDP Kayangan harus mundur sekarang juga! Sudah terlalu banyak korban waktu, uang, dan keselamatan. Kalau tidak mampu mengelola pelabuhan penyeberangan, jangan duduk di kursi itu,” tegas salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Tak hanya antrian yang menyiksa, armada kapal ASDP juga menjadi bahan cibiran. Kapal-kapal yang sudah pernah karam dan kondisinya rongsok masih dipaksakan beroperasi di perairan Selat Alas yang rawan. Keselamatan penumpang seolah dipertaruhkan demi keuntungan semata.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari manajemen PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan atas tudingan masyarakat. Sementara itu, ratusan penumpang masih terjebak dalam antrian yang tak kunjung usai, menjadi korban kelalaian pengelolaan pelabuhan.

Pemerintah diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh dan pencopotan pejabat yang tidak becus sebelum kekacauan ini memicu kemarahan massa yang lebih besar di Selat Alas.Ln

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *