Lensantbnews.com, Sumbawa Barat-Dalam rentang waktu yang singkat, dua peristiwa kebakaran berturut-turut menghantam Kecamatan Taliwang. Pertama di Kelurahan Bertong pada Senin sore (6/7/2026), disusul di Kelurahan Bugis pada Selasa pagi (7/7/2026). Api tidak hanya melahap rumah dan harta benda, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi warga yang tiba-tiba kehilangan tempat bernaung. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Di tengah kepedihan itu, Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat bergerak tanpa ragu. Mereka mengerahkan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) sebagai garda terdepan. Sesaat setelah laporan diterima, para relawan muda ini langsung diterjunkan ke lokasi. Tugas mereka bukan sekadar hadir, melainkan menilai secara saksama: mencatat kerugian, mengidentifikasi kebutuhan mendesak, dan memastikan tak seorang pun korban terlantar tanpa pertolongan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, Kamaluddin, menegaskan peran strategis TAGANA. “Kami hadir dengan mengandalkan tenaga TAGANA melakukan pendataan kerugian korban, hingga kebutuhan korban,” ujarnya. Hasil asesmen tersebut menjadi fondasi bagi penyaluran bantuan yang tepat sasaran, bukan sekadar formalitas.
Dinas Sosial telah menyiapkan kebutuhan dasar selama tujuh hari masa tanggap darurat: makanan, minuman, selimut, hingga tenda pengungsian. Setelah itu, penanganan akan dilanjutkan melalui koordinasi dengan perangkat daerah terkait, mencakup pemulihan perumahan, kesehatan, maupun layanan sosial lainnya.
Kehadiran TAGANA menjadikan proses penanganan lebih cepat, terkoordinasi, dan bermartabat. Masyarakat yang terdampak memperoleh perlindungan serta pelayanan yang optimal di saat mereka paling membutuhkan.Ln
