Lensantbnews.com, Sumbawa Barat-Di tengah derita kelompok rentan yang masih bergulat dengan keterbatasan, Program KSB Maju Sosial berdiri sebagai benteng perlindungan. Hingga Juni 2026, realisasi anggarannya telah menembus angka 50,91 persen—capaian tertinggi di antara program sejenis. Bantuan mengalir kepada lansia, penyandang disabilitas, anak yatim piatu, hingga keluarga yang sedang dilanda duka.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, Ns. Kamaluddin, menegaskan tekad pemerintah daerah. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan memastikan setiap bantuan yang disalurkan melalui program ini tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Penyaluran kini terintegrasi melalui tiga loket khusus di Dinas Sosial: Perlindungan dan Jaminan Sosial, Rehabilitasi Sosial, serta Data dan Pemberdayaan Sosial. Sistem ini mempercepat verifikasi sekaligus menjaga ketepatan sasaran.
Namun, jalan menuju keadilan sosial tidaklah mulus. Validitas data masih menjadi batu sandungan. Ada warga yang tiba-tiba kehilangan hak bantuan karena Kartu Tanda Penduduknya disalahgunakan pihak lain untuk pinjaman online atau judi daring. Mereka yang berhak, tanpa sepengetahuan, terputus aksesnya.
Menyikapi persoalan tersebut, Dinas Sosial menerapkan tiga langkah mitigasi secara bersamaan. Verifikasi dan validasi data dilakukan secara berkala. Kendala administrasi, terutama bagi lansia atau keluarga yang menghadapi masalah data, diselesaikan melalui proses khusus di tingkat dinas. Serta perbaikan data center digalakkan agar mereka yang sempat terhenti dapat kembali menerima haknya.
Bagi anak yatim piatu, kebijakan proaktif diterapkan. Anak yang memenuhi kriteria usia 18 tahun kurang satu hari dan belum bekerja otomatis menerima bantuan sebesar Rp500.000 tanpa harus mengajukan permohonan baru. “Layanan ini semua terintegrasi,” tegas Kamaluddin.
Akurasi data dan kemudahan akses menjadi dua pilar utama keberhasilan program ini. Sebab tanpa data yang bersih, bantuan sebesar apapun takkan menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Demikianlah perjuangan terus dilanjutkan. Agar setiap rupiah yang tersalur benar-benar menjadi pelita bagi mereka yang selama ini hidup dalam bayang-bayang kekurangan.Ln
