Screenshot_20260503_164833_Google

Lensantbnews.com, Brang Ene – Bendungan Tiu Suntuk yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Mei 2024 kini menjadi fokus utama pengembangan pariwisata kerakyatan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Destinasi ini dipandang memiliki peluang besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal sekaligus menjaga kelestarian alam.

Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., telah mendorong Kecamatan Brang Ene sebagai pusat wisata inklusif. Salah satu langkah konkret adalah pembangunan jogging track sepanjang lima kilometer dengan konsep “Kembali ke Alam” yang mulai dianggarkan pada 2026. Jalur ini menawarkan panorama bantaran sungai dan persawahan yang asri, lengkap dengan check point sebagai spot foto dan edukasi lingkungan.

 

Potensi dan Strategi Pengembangan

Bendungan Tiu Suntuk dengan luas genangan lebih dari 312 hektare tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur irigasi dan pasokan air baku, tetapi juga bertransformasi menjadi destinasi wisata baru yang menarik. Pengunjung dapat menikmati aktivitas memancing, berperahu, rekreasi keluarga, serta olahraga di jogging track yang ramah lingkungan.

Gusti Antoni, sebagai penggiat pariwisata daerah, menilai pengembangan Tiu Suntuk memiliki prospek yang sangat cerah. “Tiu Suntuk memiliki keunggulan kompetitif karena menggabungkan infrastruktur modern dengan keindahan alam yang masih terjaga. Dengan model wisata kerakyatan, pendapatan dari sektor pariwisata bisa langsung mengalir ke masyarakat, sehingga berkontribusi signifikan terhadap PAD,” ujar Gusti Antoni.

 

Menurut Gusti Antoni, pengembangan ini harus difokuskan pada tiga pilar utama: pemberdayaan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan promosi berkelanjutan. “Jika dikelola dengan baik, Tiu Suntuk bisa menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara, terutama yang mencari destinasi eco-tourism dan cultural experience. Ini akan menciptakan multiplier effect bagi UMKM lokal, homestay, kuliner, dan kerajinan tangan,” tambahnya.

Sinergi dengan Masyarakat dan Keberlanjutan

Pemerintah daerah memastikan pembangunan tidak mengganggu aktivitas pertanian masyarakat. Titik-titik perlintasan khusus bagi alat mesin pertanian telah disiapkan agar sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama.

Gusti Antoni menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci sukses. “Wisata kerakyatan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan kepemilikan dan manfaat bagi warga setempat. Sosialisasi yang intensif seperti yang dilakukan pemerintah saat ini harus terus dilanjutkan agar masyarakat siap menjadi tuan rumah yang baik,” katanya.

Dengan potensi tersebut, Tiu Suntuk diharapkan mampu meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD Kabupaten Sumbawa Barat secara bertahap. Selain retribusi dan pajak daerah, dampak tidak langsung melalui peningkatan konsumsi lokal dan investasi usaha kecil akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi inklusif di Brang Ene.

Optimisme Menuju Masa Depan

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama stakeholder terkait terus menggodok master plan pengembangan Tiu Suntuk agar menjadi ikon wisata baru yang berkelanjutan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masukan dari ahli seperti Gusti Antoni, diharapkan dapat mempercepat realisasi potensi besar kawasan ini.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, pengembangan wisata kerakyatan Tiu Suntuk tidak hanya akan memperkuat PAD, tetapi juga mewujudkan kesejahteraan rakyat yang lebih merata di Kabupaten Sumbawa Barat.Ln

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *