Lensantbnews.com, Sumbawa Barat- PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), mendorong implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Inisiatif kepada masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat dengan memperkuat kelompok budidaya padi organik dengan luas lahahan 1,5 H di kecamatan Maluk. Sebagai pilot project pengamebangan kapasitas masyarakat dalam menjaga kemendirian pangan yang senat bebas dari bahan kimia pestisida.
Untuk menjalankan ketahanan pangan yang senat, AMMAN dengan menggandeng mitra pelaksana yaitu Aliksa Organik selaku SRI Consultant untuk melakukan peningkatan kapasitas kelompok tani dan pendampingan melalui pendekatan pertanian alternatif yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu memperkuat aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terpadu. Salah satu pendekatan yang relevan adalah penerapan System of Rice Intensification (SRI) Organik yang terintegrasi dengan konsep Pertanian Sehat, Ramah Lingkungan, dan Berkelanjutan (PSRLB).
Budidaya padi organik yang dilakukan oleh kelompok tani. Serta, dilaksanakan melalui koordinasi dan kolaborasi aktif bersama petani, pemerintah desa, Bumdes, karang taruna, serta pemangku kepentingan lokal lainnya sejak setahun yang lalu di Agustus 2025. Setelah setahun berjalan, capaian program pada menunjukkan hasil yang positif, khususnya di Desa Maluk yang telah memasuki fase panen. Dari total luasan 1,50 Ha, sebagian lahan telah berhasil dipanen dengan produktivitas yang tergolong tinggi, yaitu rata-rata mencapai 7,34 ton/ha. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan pola budidaya konvensional sebelumnya yang umumnya berada pada kisaran ±5 ton/ha.
“Selain panen hasil pertanian organik, pada kesempatan itu juga digelar pelatihan budidaya padi organik yang diikuti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Maluk. Untuk memberikan edukasi berupa pelatihan tentang prinsip budidaya padi organik, penanaman, pengendalian hama dan pupuk organik. Dan Alhamdulilah dari 1,50 Ha Lahan yang dibudidaya kelompok tani menghasilkan 7,34 ton/Ha” Ujar Yogi Ahmad. Sabtu, (11/3)
Dilokasi yang sama anggota kelompok tani menuturkan Program Budidaya Padi Organik ini mendorong perubahan pola pikir dari ketergantungan pada pupuk kimia menuju praktik yang mengutamakan ekologi tanah. kami diperkenalkan pada peran mikroba dan ekosistem sebagai fondasi pertanian organik yang sehat, mencakup materi tentang ekologi tanah, dampak pestisida, hingga teknik budidaya organik untuk menekan biaya produksi dan mendorong kemandirian ekonomi.
“Dulu saat pelatihan, kami berpikir harus selalu beli pupuk kimia. Kami belajar cara membuat pupuk sendiri dari bahan-bahan di sekitar, dan alhamdulillah kami menerapkan sistem budiya organik ini bisa meneningkatkan hasil pertanian yang sangat signifikan dari biasanya.kami sangat berterimakasih kepada PT AMMAN yang telah mengini siasi Buduidaya padi organik di Deasa Benete” ujar Umar Pataholah, salah satu petani anggota Kelompok tani desa benete. “
Ketua Presedium Kelompok Tani Budidaya Padi Organi menambahkan, semoga program ini tak berhenti di pendampingan teknik budidaya pertanian, dan kedepannya bisa dilakukan upaya sertifikasi beras organik, sertifikasi output produk pertanian (seperti kompos, MOL, sayuran organik).
“ kami dari presedium kelompok pertanian budidaya padi organik, berharap apa yang kami hasilkan saat ini bisa lakukan sertifikasi sehingga produk organik yang dihasilkan oleh kelompok tani bisa di edarkan di Kabupaten Sumbawa Barat” tutup Hamzah. Ln
